Kamis, 29 Oktober 2015

MENGHINDARI PENULARAN EBOLA





Selama wabah, kebanyakan kasus penyakit ebola menyebar lewat penularan antar-manusia. Beberapa langkah bisa diambil untuk membantu mencegah infeksi dan mampu membatasi atau menghentikan penularan.

Memahami sifat penyakit serta cara pencegahan dan penularan penyakit Ebola sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut infeksi virus mematikan tersebut.

Berikut langkah-langkah yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) untuk mnghindari penularan Ebola :

1.      Dengar dan ikuti arahan dari kementrian kesehatan
2.      Jika menduga ada orang yang menunjukkan gejala serupa gejala infeksi virus Ebola dorong dan dukung mereka mendapatkan penanganan medis dari fasilitas kesehatan
3.      Jika memilih merawat orang yang sakit dirumah, beri tahu petugas kesehatan supaya mereka bisa memberikan pelatihan dan menyediakan sarung tangan serta alat pelindung personal (sarung tangan, baju kedap, bot atau sepatu tertutup, masker dan pelindung mata) intruksi untuk merawat pasien dan melindungi diri dan keluarga, serta cara tepat untuk mebuang alat pelindung personal.
4.      Ketika mengunjungi pasien di rumah sakit atau merawat orang sakit di rumah, disarankan mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir setelah menyentuh pasien atau cairan tubuhnya atau barang-barangnya.
5.      Orang-orang yangmeninggal dunia karena Ebola harus ditangani menggunakan peralatan pelindung yang tepat dan harus dikuburkan segera oleh petugas kesehatan professional yang terlatih melakukan prosedur penguburan yang aman.
6.      Sebisa mungkin mengurangi kontak dengan binatang yang beresiko tinggi menularkan penyakit seperti kalelawar buah dan kera di area hutan hujan berdampak. Jika curiga ada binatang yang tertular jangan menyentuhnya.
7.      Produk-produk makanan dari hewan harus dimasak sampai benar-benar matang sebelum dimakan
8.      Petugas kesehatan yang menangani pasien yang diduga atau dikonfirmasi sakit beresiko lebih tinggi terkena infeksi dibandingkan kelompok lain, selama wabah petugas kesehatan harus menjalankan prosedur standar kewaspadaan untuk mencegah penyebaran penyakit.

Adapun gejala awal infeksi Virus Ebola menurut WHO antara lain demam tiba-tiba, tubuh lemah, sakit otot, sakit kepala dan sakit tenggorokan. Gejala-gejala itu diikuti dengan muntah, diare, ruam, gangguan ginjal dan hati, serta dalam beberapa kasus perdarahan internal maupun eksternal. Selain itu pemeriksaan laboratorium akan menunjukan rendahnya jumlah sel darah putih dan trombosit serta peningkatan enzim-enzim hati.

Periode inkubasi, atua interval waktu dari infeksi sampai muncul gejala awal, antara dua hari sampai 21 hari. Pasien akan menularkan penyakitnya ke orang lain setelah gejala-gejala muncul.

Dikutip: MEDIAKOM Edisi 53 desember 2014