Selasa, 27 Oktober 2015

ceritanya "novel" ehhh jadinya "cerpen"


Rencananya mau buat noval, tapi jadinya seperti ini.
yahhh.. maklumi saja baru pertama kalinya buat cerita seperti ini
selamat membaca, maaf kalau ceritanya jelek


WANITA YANG TERABAIKAN

Hari yang indah, mentari di akhir bulan oktober di tahun 2014 begitu hangat dan nyaman, karena mulai peralihan dari panasnya musim kemarau ke sejuknya musim hujan mulai memancarkan sinar yang begitu indah di hari pelulusan universitas. Namaku Amhy Saat itu umurku sudah 20 tahun. Bersama kedua orang tuaku dan ketiga adik dan seorang paman teman ayah, kami bergegas ke tempat wisuda hari itu dengan mengendarai mobil kecil milik kakak sepupuku.
Setibanya ditempat wisuda yang hari itu dilaksanakan di sebuah hotel yang baru saja selesai dibangun namun masih belum rampung, entah mengapa wajahku tiba-tiba langsung berpaling pada pintu gerbang masuk hotel. mataku tertuju pada seorang pria yang taka asing bagiku, aku tidak tahu mengapa, tapi wajahku menghadap pas padanya saat iya turun dari motornya itu. Mungkin hati dan tubuhku sudah peka terhadap kehadirannya. Ya dia adalah seorang teman sekelasku yang sudah kusukai sejak masuk ke universitas ini 3 tahun yang lalu.
Semua berawal saat hari itu, untuk pertama kalinya aku melihat sosok seorang pria yang tipe-ku banget, tinggi, putih, rambut hitam lurus, keren dan pendiam. pokoknya semua tipe pria yang kusukai ada pada dirinya. Pandanganku tak teralihkan darinya pada hari itu, terkadang aku menunduk kemudian kuangkat wajahku kembali dan memandanginya lagi. Pertemuan yang membawaku pada ikatan yang tidak akan mungkin terkabul. Cinta yang bertepuk sebelah tangan yang terjadi setiap 3 tahun sekali. Mencintai pria yang berbeda-beda dan terus memendam perasaan itu tanpa mengungkapkannya dan tidak mengharapkan balasan yang setimpal atas cinta itu. Sehingga semuanya berlalu begitu saja.
Seolah-olah tak ingin melewatkan cinta yang kali ini kurasakan, kuputuskan untuk “menyapanya” yang selalu muncul dipikiranku. Dengan hati yang menggebu-gebu dan pipi yang merona malu, Dari kejauhan yang ada dibayangan ku hanyalah menyapanya. Dan tiba-tiba teringat padaku kata-kata yang selalu kuucapkan di dalam kamarku setiap ingin tidur sejak dua tahun yang lalu.
“aku berjanji, aku akan menyatakan cintaku padanya di hari pelulusan nanti, aku tidak mau kejadian yang sama enam tahun ini terulang kembali dan menjadi perasaan yang tidak berarti” kataku sambil mengepalkan tanganku kemudian menaruhnya didada agar aku selalu mengingat janji ini.
Dengan semangat yang berkobar-kobar, aku yakin dan berharap janjiku itu akan tercapai di hari pelulusan nanti.
Tapi aku tak mampu untuk mengungkapkan sepatah katapun padanya. Waktu yang selama ini kunanti-nanti terlewatkan begitu saja seperti saat dia melintas begitu saja dihadapanku tanpa menoleh sekalipun padaku. Disitulah aku semakin yakin bahwa dia tidak mungkin untuk menyukaiku.
Mungkin dengan membiarkan perasaanku ini hilang seiring berjalannya waktu adalah cara yang tepat agar aku mampu melupakan dia, tapi sekarang sudah 6 bulan berlalu sejak kami tidak pernah bertemu. Tapi bayangnanya selalu muncul di dalam pikiranku setiap melihat foto-foto kebersamaan kami di saat kuliah. Aku selalu berkata
“apakah dia juga selalu memikirkanku seperti aku selalu mengingatnya…??”
"apakah dia selalu mengingatku sebelum iya tidur, seperti aku mengingatnya sebelum aku tidur?"
"apakah dia tidak pernah memandangi fotoku seperti aku selalu memandangi fotonya?"
Tapi hati kecilku berkata “mana mungkin dia menyukaiku, memikirkan dan memandangi foto wanita seperti aku”.
Seandainya saja kami berjodoh, entah bagaimana nanti tuhan akan mempertemukan kami. Tak ada seorangpun yang mengetahui cara tuhan untuk mempertemukan seseorang yang akan saling mencintai sehidup semati. Saat membahas apakah aku berjodoh dengannya Aku menjadi ingat hari dimana dia mengatakan sesuatu yang begitu menyakitkan hati.
Hari itu sore yang lembab dibulan april karena hujan telah usai di rumah maisyah (teman satu kampus), aku yang datang bersama hesty (teman satu kampus) untuk bersama-sama mengerjakan laporan kampus, walaupun aku berbeda kelompok dengan mereka, karena aku tahu arsyad pasti ada disana, jadi aku memutuskan untuk ikut bersama mereka. Betul saja 10 menit kemudian orang yang aku nantikan akhirnya datang.
“hai Arsyad…!!” begitulah aku menyapanya tanpa pikir panjang . Turunlah dia dari motornya dan menyapa balik
“hai… sudah lama…??” Tapi dia tidak berkata padaku, melainkan dengan hesty dan lainnya. Seolah-olah dia mengabaikanku.
Tanpa berkata banyak aku langsung saja mencoba semua makanan yang ada didepan mataku, kue, pudding, buah rambutan, dan teh. Memang cocok untuk hari yang lembab itu.
Beberapa lama kemudian entah dimulai dengan siapa aku sudah lupa dan pembahasan apa sehingga kami membahas soal jodoh. Maisyah bilang
“kita bisa tahu jodoh kita dari tempat bergaulnya kita”, kemudian ahmad menyambung
“semua orang di dunia ini berjodoh, seperti saat-saat kita bertemu seperti ini, duduk ngobrol dan makan-makan bersama itu berarti kita jodoh”
“betul juga” pikirku.
 Lalu maisyah melanjutkan lagi kata-katanya
“saat seseorang mencari jodoh itu bagaikan dia mencari bunga yang sangat dia inginkan di sebuah ladang bunga yang sangat luas. Jika kamu melewatinya, kemungkinan untuk menemukannya kembali akan sulit karena mungkin sudah diambil oleh orang lain”.
“kata-kata yang begitu menyentuh” pikirku.
lalu arsyad pun mengeluarkan kata-katanya
“tapi kalau amhy tidak apa-apa jhe terlewatkan, tidak akan menjadi masalah”
"Ukh…." Sakitnya itu di dalam palung hatiku yang paling dalam saat dia berkata seperti itu. Tapi untuk menyembunyikannya aku pun berkata
“siapa juga yang menunggu kamu datang, saya tidak berharap juga dipetik dengan laki-laki seperti kamu” rasanya lega juga mengeluarkan kata-kata itu.
Arsyad lalu berkata “awas kau menyesal.”
“menyesal Untuk apa.? tak ada masalah” jawabku tanpa pikir panjang.
“hm,hm,hm, jangan kau bilang begitu arsyad, nanti kau menyesal itu.” Kata hesty kemudian dia melanjutkan kata-katanya
“kalian itu kalau ketemu bertengkar terus, jangan-jangan kalian itu jodoh” kata linda. tapi dia mengatakan sambil tersenyum mengejek. Lalu aku berkata
“hah… tidak mungkin lah….!” Dengan muka agak kesal aku mengatakannya karena sudah tak sanggup lagi di bully oleh mereka. Tapi arsyad berkata
“kenapa tidak mungkin .?? apa yang tidak mungkin” katanya sambil senyum-senyum meledekku.
“ya tidak mungkin lah..!!” dengan muka judes aku segera hentikan perkaaanku dan memakan semua makanan yang ada disitu untuk mengalihkan dan mencegah mereka mengeluarkan kata yang tak mengeenakkan ditelinga.
aku heran dengan anak ini, aku tidak mengerti dengan perkataanya yang mengatakan akan mengabaikanku sudah pasti kami itu tidak berjodoh tapi dia mengatakan lagi kenapa tidak mungkin kami tidak berjodoh. Serasa ingin mengatai dia Aneh. Yang ada dipikiranku saat itu adalah bagaimana cara untuk mengakhiri bully-an mereka terhadapku.

♥♥♥♥♥♥♥

JODOH,, jodoh itu adalah sebuah kata yang hanya terdiri dari lima huruf yang terdapat dua huruf o. Kata ini, yang apabila kita mencarinya dan mengharapkannya tak kunjung datang, tapi apabila ia datang pasti tidak ada seorangpun yang mampu menduganya dan dalam keadaan yang tak pernah terduga pula (walaupun aku belum pernah merasakannya). Aku sungguh tidak mengerti dengan satu kata ini.
Sudah sepuluh bulan lewat sejak dia mengatakan akan mengabaikan aku, dan semua kata-katanya telah terbukti yaitu dia akan mengabaikanku dan perkataankupun menjadi kenyataan bahwa kami memang tidak akan berjodoh. Waktu telah membuktikannya. Semenjak selesai  kuliah kami tidak pernah dipertemukan kembali, walau kadang-kadang aku mulai memikirkannya dan mulai melihat foto-foto dirinya yang tersimpan di dalam laptop kesayangan ini untuk melawan rasa rindu yang mungkin masih terasa dalam hati ini.
Aku selalu mengharapkan kebaikan pada orang yang pernah mengisi hatiku ini.
“carilah bunga yang sesuai dengan keinginanmu, Semoga kamu tak pernah melewati bunga yang kamu cari arsyad, jangan pernah menyerah mencari bunga itu kalau perlu telitilah, jangan sampai kamu melewatinya karena kamu sengaja untuk mencari bunga yang lebih indah lainnya”.